Garuda Indonesia minta 10 penerbangan dari Bandara Halim

Citilink sudah memutuskan memindahkan 9 jadwal penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Halim Perdanakusuma. Setelah Citilink, nantinya menyusul maskapai induknya yakni Garuda Indonesia yang juga akan terbang dari bandara milik TNI AU tersebut.

Namun, Garuda Indonesia belum terbang pada 10 Januari. Sebab, hingga saat ini surat pengajuan 10 slot penerbangan di Bandara Halim belum disetujui Kementerian Perhubungan.

Selama ini, setiap hari Garuda Indonesia mempunyai 520 penerbangan ke pelbagai kota di dalam negeri maupun luar negeri. Sebagian besar penerbangan di Bandara Cengkareng. Untuk jadwal pagi mulai pukul 05.00-10.00 WIB, ada empat puluh penerbangan.

"Jadi kita sudah mengajukan 10 slot penerbangan di Halim untuk mengurangi kepadatan di Cengkareng. Tapi sampai sekarang belum ada persetujuan dari Kementerian," ujar Vice President for Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto kepada merdeka.com, Rabu (8/1).

Untuk rute penerbangan dari Bandara Halim akan dipilih yang selama ini memiliki frekuensi terbanyak di bandara Soekarno-Hatta.

"Ini misal ya Surabaya-Jakarta atau Jakarta-Surabaya yang dalam sehari ada delapan belas kali penerbangan. Tapi kita belum tentukan karena hingga saat ini slot penerbangan yang kita ajukan belum mendapat persetujuan," ungkapnya.

Jika slot penerbangan sudah disetujui, Garuda segera mempersiapkan sarana prasarana pendukung pelayanan full service Garuda Indonesia. Hal itu menjadi prioritas mengingat terbatasnya infrastruktur dan fasilitas di Bandara Halim Perdanakusuma.

"Tentu saja persiapan-persiapan itu maksimal 30 hari setelah slot penerbangan disetujui. Kita ingin standar kenyamanan penumpang sama dengan di Cengkareng," jelasnya.

Sarana prasarana yang perlu dibangun Garuda Indonesia antara lain executive lounge, parkir yang baik, hingga check in counter.

Sumber : merdeka.com

No comments:

Post a Comment