Gabung dengan TNI, Bandara Halim layani 72 penerbangan sehari

Bandara Halim Perdanakusuma dalam waktu dekat akan resmi menjadi bandara komersial. Halim akan menampung beberapa penerbangan maskapai berjadwal. Hal ini dilakukan karena Bandara Soekarno - Hatta di Cengkareng sangat padat dan tidak mampu menampung semua pesawat milik maskapai.

Pelaksana Tugas Operation Services Manager Bandara Halim PK Ibut Astono mengatakan setidaknya akan ada tambahan sekitar 72 frekuensi penerbangan reguler tambahan di Bandara Halim Perdanakusuma. Penerbangan tersebut adalah penerbangan dari Bandara Soekarno - Hatta yang dipindahkan.

halim perdana kusuma

"Kalau frekuensi pesawat per jam maksimal 4 movement (pergerakan), 72 movement (per hari)," kata Ibut kepada merdeka.com, Minggu, (5/1).

Frekuensi penerbangan akan dibagi menjadi tiga klasifikasi di mana pukul 6.00 WIB - 12.00 WIB siang akan ada 4 slot penerbangan. Kemudian pukul 12.00 WIB - 18.00 WIB akan ada 6 slot penerbangan

"Karena pagi ada training TNI AU dan penerbangan charter yang eksisting itu tetap. Untuk siang pertimbangan TNI AU sudah tidak training, charter sudah berkurang. Jam 18.00 WIB - 21.00 WIB kita kembali ke 4 slot karena TNI AU ada night flight," jelas Ibut.


Pembagian slot penerbangan ini, menurut Ibut, dikarenakan pihak bandara tidak dapat mengurangi slot penerbangan yang sudah terjadwal di TNI AU, lantaran Bandara Halim Perdanakusuma merupakan Bandara milik TNI AU.

"Kalau TNI AU itu kita enggak tahu pergerakannya, kalau ada misi ya mereka bisa sering, ini memang punya TNI AU. Terminalnya terpisah, jadi secara lokasi terminalnya berbeda, tapi runway-nya satu. Ini yang bisa dipakai bersama TNI AU dan penerbangan sipil," jelas Ibut.

Dengan kondisi demikian, diharapkan penerbangan yang dioperasikan di Halim merupakan penerbangan point to point. "Tidak ada connecting atau transit, baik di Halim maupun Soekarno-Hatta, misalnya Halim-Jogja ya Halim-Jogja-Halim, mau dia sehari empat kali ya gitu saja," imbuh Ibut.

Untuk runway, Ibut mengatakan, pihak bandara berencana melakukan perbaikan runway yang memiliki panjang 3.000 meter ini pada 2014. "Runway bisa digunakan untuk pesawat besar atau terbesar, bisa. Perbaikan runway rencana kita di 2014 ini, sekarang masih dalam proses pelelangan," tutup Ibut.

Sumber : merdeka.com

No comments:

Post a Comment