Delay 1 jam di Soekarno-Hatta, Boeing 777 buang 1,7 ton avtur

Bandara Soekarno-Hatta sudah dikenal dengan kesibukan dan kepadatannya. Kepadatan tidak hanya terlihat di terminal, tapi juga arus lalu lintas pesawat. Akibatnya, kerap terjadi penundaan atau delay. Pesawat harus menunggu giliran untuk mendarat ataupun lepas landas.

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pudjobroto menyebutkan, dalam satu hari Garuda Indonesia melayani 520 penerbangan. Jika harus mengantre saat ingin terbang ataupun mendarat, diakui sangat boros. Maskapai harus mengeluarkan biaya lebih.

"Angka saya tidak tahu pasti tapi untuk pesawat Boeing 777 itu, hold 1 jam bisa habiskan avtur 1,7 ton. Itu pemborosan tapi kalau nilainya saya belum hitung," ucap Pudjo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/1).


Bukan itu saja, penundaan jadwal keberangkatan dan pendaratan pesawat menyebabkan menimbulkan efek domino untuk penerbangan berikutnya.

"Jam sekarang (pagi) sudah antre panjang. Kalau begitu terus efek domino, berikutnya juga akan terlambat. Mengganggu ketepatan waktu pesawat, penumpang terganggu, bahan biaya besar," tegasnya.

Dengan padatnya bandara Cengkareng, Garuda siap mengalihkan beberapa penerbangan ke Bandara Halim Perdanakusuma. Setidaknya Garuda meminta, satu hari 10 penerbangan dari Bandara Halim.

Sumber : merdeka.com

No comments:

Post a Comment